Langsung ke konten utama

Tanam Delima dalam Pot

Delima disinyalir berasal dari kawasan Timur Tengah, tepatnya dari Iran kemudian menyebar ke Mediterania. Tanaman buah delima lantas tersebar di daerah subtropis sampai tropis, serta banyak ditemukan di Cina Selatan dan Asia Tenggara. Tumbuhan delima dapat hidup hingga pada ketinggian 1000 mdpl, menyukai tanah gembur yang tidak terendam air, dan air tanahnya tidak dalam. Batang pohonnya kecil dan dapat tumbuh hingga 5 meter.

Tanaman delima juga ideal dan mudah untuk ditanam dalam pot (tabulampot). Ditambah lagi, delima memiliki sejumlah varian buah, ada delima merah, putih, dan hitam. Buahnya yang bulat bergelantungan di tandan-tandan buah sehingga terlihat menawan. Penampilan yang enak dipandang menambah keindahan pekarangan rumah. Delima mampu berbuah sepanjang waktu pada kondisi lingkungan yang sesuai sehingga buahnya bisa dinikmati pemiliknya tak mengenal musim. 

Delima cocok untuk dijadikan tabulampot yang memiliki batang tidak terlalu besar, daunya kecil, dan mampu tumbuh rindang, cocok sebagai penghias dan peneduh pekarangan. Biasanya, buah delima yang ditanam adalah jenis delima putih dan delima merah. Ada juga delima hitam, tapi jarang.

Langkah menanam tabulampot delima:

  1. Siapkan pot dengan isian seperti tanaman lain di atas, namun beri tambahkan ijuk sebagai lapisan.
  2. Masukkan media tanam yang sudah dicampur dengan pupuk NPK, dolomit, dan tepung arang. Media tanam tanaman delima bisa berupa campuran tanah dan kompos dengan perbandingan yang sama, misalnya 2:2
  3. Pilih bibit yang berasal dari hasil cangkok dan masukkan ke dalam media tanam setelah polibagnya dilepas kemudian padatakan.
  4. Siram sampai media tanam basah, kemudian letakkan tabulampot delima di tempat teduh atau bisa juga ditutup menggunakan plastik selama beberapa hari.
  5. Pindahkan ke ruang yang mendapat sinar matahari langsung, terutama di pagi hari, setelah muncul tunas-tunas baru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Budidaya Buah Srikaya di Pot

Buah Srikaya adalah tanaman yang berasal dari daerah tropis. Secara teori, buah srikaya disebut dapat tumbuh pada ketinggian 100-1000 mdpl. Namun faktanya, tanaman srikaya bisa tumbuh dan berbuah dengan baik di dataran rendah kurang dari 100 mdpl sekalipun. Kenapa srikaya cocok untuk ditanam dalam pot? Anda bisa memiliki alasan pribadi jika ingin menanam srikaya di pot. Saya sendiri menyukai rasa manis dan keunikan buah srikaya. Permukaan kulitnya menentukan jumlah bagian daging di dalamnya, dan bijinya menyebar menurut jumlah bagian tersebut. Buahnya yang unik jadi good looking ditanam di dalam pot, kan? Selan buahnya yang enak, biji srikaya dapat dimanfaatkan untuk pembasmi kutu kepala, konon masyarakat di India menggunakanya dengan cara ditumbuk lebih dahulu kemudian dioleskan ke kulit kepala. Buah srikaya perawatanya mudah, gampang berbuah dan rajin tanpa mengenal musim. Langkah-langkah menanam srikaya dalam pot sebagai berikut: Siapkan pot yang cukup besar berdiameter 50 cm yang b...

Menanam Durian dalam Pot

Durian, tanaman buah asli dari Asia Tenggara yang mendunia. Durian punya julukan king of fruit dan banyak varian jenisnya seperti durian musangking yang harganya tergolong mahal. Tanaman durian hidup pada daerah dengan ketinggian di bawah 800 mdpl dan suhu antara 20-30 derajat Celcius. Anda pasti heran bagaimana tanaman duria dalam pot (tabulampot) ? Padahal kalau dipikir apakah bisa durian berbuah di dalam pot? Tentu bisa, tapi tidak semua durian dapat berbuah dalam pot. Jenis tanaman buah durian dapat berbuah dalam pot adalah jenis D24. Durian D24 akan mulai berbuah pertama kali memasuki usia 5-6 tahun.  Durian pada dasarnya sulit ditumbuhkan meski di lahan. Tetapi bukan berarti sama sekali tidak bisa tumbuh di dalam pot. Sekalipun sulit, durian cukup jadi favorit untuk ditabulampotkan. Bahkan telah banyak teknik budidaya durian yang bisa membuahkannya di luar musim. Varietas durian unggul yang dapat ditanam dan berbuah di dalam pot ialah durian D24 tersebut. Persiapan menanam ta...

POLA TANAM PADI SRI

Pola tanam padi model SRI adalah cara bertanam padi kembali ke alam. Artinya, petani tidak lagi menggunakan pupuk kimia, tapi memanfaatkan jerami, limbah geraji, sekam, pohon pisang, pupuk kandang yang diolah untuk pupuk tanahnya. Lalu, bibit yang disemai tidak lagi 20 hari, melainkan tujuh hari tempat persemaian sederhana seperti memanfaatkan besek kecil. Jika sebelumnya benih dibutuhkan 30 kg/ha, kini pola SRI cukup 7 kg/ha. Setelah itu, ditanam di sawah dengan biji tunggal (satu biji benih) saat usia benih tujuh hari dengan jarak 30 cm x 30 cm. Tidak banyak diberi air, lalu penyiangan dilakukan empat kali, pemberian pupuk alami hingga enam kali, pengendalian hama terpadu, dan masa panen saat usia 100 hari atau lebih cepat 15 hari dengan pola biasa. Menurut Kepala Dinas Pertanian Ciamis, Ir. Lukman, saat ini sudah 73 ha lahan yang memakai pola SRI. Rata-rata setiap panen mencapai 10 ton/ha dengan pola biasa hasil panen rata-rata hanya 4.5 ton/ha. Sungguh kenaikan yang cukup significa...